Wednesday, February 28, 2007

Nasib Tarekat Sattariyah Syahid di Medan

Semoga saja tidak seperti nasib jamaah tarikat lainnya, dituduh sesat lalu dihakimi massa. Tarekat yang dipimpin Zubir Amir ini masih sebatas dilaporkan warga ke DPRD kota Medan. Untung MUI Sumut dan Medan belum terbitkan fatwa sesat. MUI hanya keluarkan "surat penjelasan". Ini seklumit laporanku soal tarekat Sattariyah Syahid di Medan.


Kesesatan Guru Tarekat Versi Murid
Oleh : ABDULLAH UBAID MATRAJI/SYIRAH/28-2-2007


Surat itu tertanggal 2 Desember 2004. Dikirim oleh murid pemimpin tarekat Sattariyah Syahid bernama Yulianto, ditujukan kepada Majelis Ulama Indonesia Sumatera Utara. Tadi siang, Ketua Umum MUI Sumut Abdullah Syah, membacakan surat tersebut kepada Syirah.

Yulianto menyatakan menyesal telah bergabung dengan aliran Zubir Amir, sang guru tarekat. Menurutnya, banyak ajaran-ajaran yang diajarkan gurunya itu berbeda dengan yang diyakini umat Islam pada umumnya.

Pertama, shalat dianggap bukan kewajiban. “Daripada shalat lebih baik bertemu dengan guru tarikat,” tulis Yulianto seperti diceritakan Abdullah. Begitu pula dengan shalat jamaah, hukumnya tidak sah jika dilakukan bersama dengan orang di luar tarekat.

Kedua, tarekat ini meyakini, siapapun yang tidak tunduk kepada Zubir, itu hakikatnya sama dengan manusia berkepala babi. Karena itu, ia belum menjadi manusia sempurnya sebelum meyakini Zubir sebagai pengganti Rasulullah Muhammad saw.

Ketiga, al-Quran adalah tulisan di kertas biasa yang dapat dicorat-coret dan boleh dipegang meski tanpa berwudlu. Al-Quran yang benar adalah al-Quran versi Zubir, yang bersumber dari ucapan-ucapannya yang diyakini berdasarkan wahyu.

Keempat, umat Islam tak wajib puasa, asal ia mampu membayar denda sebanyak 2,5 liter beras.

Empat poin di atas itu hanya sebagian. Terlepas benar atau tidaknya pengakuan Yulianto, sampai detik ini Syirah belum bisa tersambung dengan Zubir atau Yuliantlo, untuk mengkonfirmasi kebenaran pernyataan tersebut. []


Massa Adukan Ajaran Sesat ke DPRD 27-2-2007
Oleh : Antara

Medan - Ratusan warga Kampung Kurnia, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan mendatangi Gedung DPRD Kota Medan, meminta agar dewan menyikapi keberadaan ajaran sesat yang dinilai sudah sangat meresahkan warga.

“Kami minta agar dewan serius menyikapi masalah ini karena bisa memicu pertentangan dan bahkan pertumpahan darah antar sesama warga di kampung kami,” ujar pemuka masyarakat Kampung Kurnia, Darwin, ketika bersama sejumlah perwakilan warga lainnya diterima Komisi B DPRD Kota Medan, Selasa.

Menurut dia, ajaran yang dibawa Zubir Amir itu merupakan ajaran sesat, dimana baik Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan maupun MUI Sumatera Utara telah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran itu dilarang karena menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Tokoh ulama Kampung Kurnia, Ustadz Arsyad, menjelaskan, salah satu penyimpangan ajaran yang dibawa Zubir adalah dengan mengharuskan pengikutnya melafaskan syahadat dengan memasukkan nama Zubir di dalamnya.

“Kalau dalam syahadat yang sesungguhnya adalah kesaksian bahwa `Tuhan adalah Allah dan Muhammad rasul Allah`, maka dalam syahadat yang diajarkannya adalah bahwa `Tuhan adalah Allah dan Zubir rasul Allah`. Umat Islam diklaim kafir bila tidak mengakui syahadat seperti yang diajarkan Zubir itu,” jelasnya.

Selain itu, tambahnya, Zubir juga melarang para pengikutnya mengikuti ajaran-ajaran Muhammad dan mengabaikan semua hadist yang ada. Pengikutnya juga dilarang berwuduk sebelum shalat dan diklaim kafir jika melakukan shalat Jumat.

Karena itu, para tokoh dan pemuka tokoh ulama Kampung Kurnia, Ustadz Arsyad, meminta dewan segera turun tangan menyelesaikan persoalan itu. Warga, katanya, sudah tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi meski MUI sudah menyatakan bahwa ajaran itu terlarang dan merupakan ajaran sesat.

“Sesama warga kini sudah saling berhadapan karena ajaran sesat itu. Bahkan antara anak dengan ayah bisa berantam karena perbedaan keyakinan dan pemahaman agama yang dibawa Zubir. Kami takut semua ini akan memicu perang antara warga,” katanya. []



MUI Sumut Belum Keluarkan Fatwa Sesat
Oleh : ABDULLAH UBAID MATRAJI/SYIRAH/28-2-2007


Menaggapi gonjang-ganjing ajaran yang dibawa Zubir Amir, pemimpin tarekat Sattariayah Syahid, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Utara telah menerbitkan surat (27/12/2004), yang menyatakan ajaran Zubir telah menyimpang dari tuntunan Islam yang benar.

“Keputusan ini murni dari pimpinan, bukan dari komisi fatwa,” kata Abdullah Syah, Ketua Umum MUI Sumut. Menurutnya, surat itu ditandangani Mahmud Aziz Siregar, Ketua Umum MUI Sumut periode 2000-2005. Surat itu bukan tanpa dasar. Tapi dikeluarkan berdasarkan hasil diskusi antara MUI dengan agamawan, dan tokoh masyarakat, 18 Desember 2004.

Selain itu, MUI Sumut juga mendapat surat pengakuan tertulis dari murid Zubir Amir, yang menunjukkan bukti-bukti ketidaklurusan ajaran tarekat Sattariayah Syahid. “Berdasarkan dua pertimbangan itu, MUI berani mengeluarkan keputusan melalui surat penjelasan yang ditujukan kepada Kepala Camat Medan Labuhan,” katanya.

Meski surat penjelasan itu mirip dengan surat hasil keputusan fatwa, Abdullah mengelak kalau surat tersebut dinamai fatwa. “Itu hanya surat penjelasan, bukan fatwa,” tukasnya, “Untuk keputusan fatwa kita masih menunggu hasil keputusan komisi fatwa MUI Sumut. Kalau jadi hari Kamis besok, soal ini akan dibahas di komisi fatwa.” []


MUI Medan Angkat Tangan Soal Sattariyah Syahid
Oleh : ABDULLAH UBAID MATRAJI/SYIRAH/28-2-2007


Medan--Nama Zubir Amir kembali diperdebatkan di Medan. Ajaran tarekat Sattariyah Syahid yang diajarkan ke murid-muridnya dinilai sesat. Menurut ketua Majelis Ulama Indonesia kota Medan Mohammad Hatta, peristiwa ini adalah masalah lama. Kali pertama muncul sekitar tahun 2002, tepatnya di jalan Khaidir No. 1 Pekan, Medan Labuhan, Medan, Sumatra Utara.

Hatta mengelak jika MUI Medan dibilang telah menerbitkan fatwa sesat kepada ajaran yang dibawa Zubir Amir. Tahun 2003, MUI Medan pernah membicarakan masalah ini dengan berbagai kalangan. Tapi, tidak sampai pada keputusan untuk mengeluarkan fatwa sesat. “Soal ini kami limpahkan ke komisi fatwa MUI provinsi,” tegasnya.

Apakah benar dia sesat? Hatta tidak berani menjawab tegas, karena belum ada keputusan dari komisi fatwa MUI Sumatra Utara (Sumut). Ia hanya berpedoman pada surat yang dikirim MUI Sumut kepada Kepala Camat Medan Labuhan, tanggal 27 Desember 2004.

“Kesimpulan surat itu menyatakan, ajaran Zubir Amir tidak sesuai dengan tuntunan Islam yang benar pada umumnya,” terang Hatta.

Saat dikonfirmasi Syirah, siang ini, Ketua Umum MUI Sumut Abdullah Syah membenarkan adanya surat itu. “Surat itu memang ada. Tapi sebatas penjelasan, bukan hasil keputusan komisi fatwa,” tegasnya.

Menurut Hatta, aliran tarekat Sattariyah Syahid ini sempalan dari tarekat Sattariah yang dipimpin Haji Rasyid, yang berlokasi di Simalungun, Pemantang Siantar, Sumatra Utara. Ini berdasarkan hasil dialognya bersama dengan Rasyid.

“Ajaran Zubir itu sudah keluar dari tarekat Sattariah. Ia telah mencampur adukkan beragam aliran dalam satu tarekat, yang dinamainya Sattariayah Syahid,” ujar Hatta menirukan ungkapan Rasyid. []

3 comment:

HIMPASS01 said...

KHUTBAH IMAM MAHDI DI SAAT SHALAT ‘IDUL FITHRI


PANJI HITAMPEMIMPIN AKHIR ZAMAN TELAH DATANG



AN NABA’




TAHUN 1428 H/13 OKTOBER 2007 M



Oleh AL JABIR


Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun.


Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin. Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.


Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila.


Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim




183. Orang-orang yang mereka mengatakan: “Sesungguhnya Allah Telah memerintahkan kepada kami, supaya kami jangan beriman kepada seseorang rasul, sebelum dia mendatangkan kepada kami korban yang dimakan api”. Katakanlah: “Sesungguhnya Telah datang kepada kamu beberapa orang Rasul sebelumku membawa keterangan-keterangan yang nyata dan membawa apa yang kamu sebutkan, Maka Mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar”.


Shadaqallaahul ’azhiim.


Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd


Segala puji tertentu hanya bagi Allah, yang sentiasa mengutus utusanNya dengan petunjuk dan agama yang benar; supaya Dia menzahirkan agamaNya di atas agama yang di agama-agama kan selama ini. Walau tidak disukai oleh orang-orang musyrik,



ku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang Esa yang tidak ada syarikat bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hambaNya dan pesuruhNya.



Shalawat dan salam keharibaan nabi besar Muhammad SAW yang bertambah jua kasih Allah kepadanya sehingga kita kelimpahan syafa’at di dunia ini sebagai cerminan di akhirat.



Kemudian dari pada itu, wahai hamba-hamba Allah sekalian; taqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kamu mati sebelum kamu Islam.



Hai orang-orang yang beriman taat patuhlah kamu kepada Allah dan taat patuhlah kamu kepada rasul dan pemimpin yang dari kamu, maka jika kamu berselisih tentang sesuatu kembalilah kamu kepada Allah dan Rasul jika kamu benar percaya kepada Allah dan hari akhir, yang demikian itu lebih baik dan lebih bagus kesudahannya bagimu.



Berkata Allah melalui utusannya yakni pemimpin yang dari kamu; orang-orang yang mereka itu berkata “sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kami supaya kami jangan percaya kepada seorang rasul, sehingga ia mendatangkan kepada kami kurban yang dimakan api, katakanlah “sungguh telah datang kepada kamu rasul-rasul sebelum aku dengan keterangan yang nyata dan dengan apa yang kamu katakana, maka Mengapa kamu membunuh mereka jika kamu adalah orang-orang yang benar“




.Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd




Beginilah !.. kalimat orang-orang selama ini, yang setiap didatangkan seorang utusan maka serta merta mereka tidak mempercayainya, dengan segala dalil dan ilmu yang ada pada mereka padahal Allah tidak tergagah dengan Ilmu yang ada pada mereka, yang Allah berkehendak dengan sekehendaknya tidak tergagah dengan kehendak mereka.


Perkataan jangan percaya kepada seorang rasul ini, sudah melanda bukan hanya kepada orang bodoh akan tetapi kepada orang pintar, bukan hanya kepada yang miskin akan tetapi kepada orang kaya, bukan hanya kepada rakyat jelata akan tetapi kepada penguasa negri.



Yang pada sebenarnya ini adalah propaganda alias fitnah “Al Masihud Dajjal “, yang aku mengartikan Al Masihud Dajjal adalah seorang penceramah yang bohong (Pendusta). Fitnah Dajjal ini telah ditelan mentah-mentah oleh segenap golongan, yang memang Dajjal sangat mengetahui bahwa musuh bebuyutannya akan datang di akhir zaman ini, sehingga propagandanya sudah berurat berakar didalam hati manusia, maka ketika aku mengumandangkan kalam Tuhan saat ini, berdalihlah orang-orang yang mengikuti Dajjal, pewaris-pewaris dajjal, ulama pewaris dajjal, dengan mengatakan “bahwa Allah memerintahkan kepada Mereka agar tidak percaya kepada Rasul” alias Rasul tidak ada lagi.



Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd



Orang yang menyangkal dan menjiddal aku selama ini adalah sama seperti layaknya orang-orang yang menyangkal dan menjiddal rasul-rasul sebelum ini, yakni yang berjabat sebagai Ulama kah, Kiai kah, Tuan Syeikh kah, Ustadz kah, Da`i kah, Penceramahkah, atau apapun sebutannya, yang disangka mereka dengan ilmu, amal dan ibadah yang telah mereka tuntut, yang telah mereka usahakan, yang telah mereka Khitmadkan, dapat mengkoreksi Al Qur’an, Kalam Allah, Wahyu Ilahi yang aku sampaikan kepada mereka.

Makanya yang menentang aku dalam menyampaikan Kalam Tuhan bukanlah orang bodoh tetapi adalah orang-orang yang menyangka mereka mengetahui tentang agama karena memang mereka sekolah agama bahkan sampai ke negri ‘arab, orang-orang yang menyangka bahwa ‘amalnya shalih, dan orang-orang yang menyangka bahwa ‘ibadahnya diterima oleh Tuhannya.



Padahal tidaklah berfaedah ilmu, amal dan ibadah mereka melainkan Taqwa, namun kembali Al Masihud Dajjal membuat propaganda dengan mengatakan bahwa Taqwa harus dengan ilmu, amal dan ibadah. Inilah salah satu plesetan (Play-Setan = Permainan Setan) yang disangka benar oleh kebanyakan manusia.Sudah menjadi kenyataan umum bahwa orang yang ilmunya sudah dituntut dari ibtidaiyah tsanawiyah, Aliyah, bahkan sampai keluar negeri; ke kairo, ke Arab Saudi, yang disangka mereka itu merupakan pusat Islam; orang yang ilmunya sudah dituntut sampai ke alam bathin (thariqat, hakikat, dan ma’rifat), itulah yang dikatakan mereka Ulama, ustadz, kiai, shekh dan lain-lain sebutan.Namun aku ingatkan kepada kamu sekalian ‘Ulama` itu adalah pewaris Nabi-nabi. Sebagaimana Nabi didatangkan oleh tuhannya maka ‘ulama` pun didatangkan Tuhannya.

Sebagaimana Nabi didatangkan sesuai atau tidak sesuai dengan ilmu, amal dan ibadah yang menurut fikiran manusia ketika itu begitu pula ‘Ulama` pewaris nabi-nabi, juga apakah sesuai atau tidak sesuai menurut fikiran manusia di zaman ini (saat ini) sesungguhnya Allah tidak tergagah atas segala sesuatu, bahkan ia berkuasa atas segala sesuatu. Allah tidak tergagah kehendaknya dengan kehendak manusia saat ini dan saat itu, bahkan Allah Maha berkehendak dengan siapa yang dikehendakinya.Ulama yang dikatakan Ulama oleh manusia dengan kriteria ilmu, amal dan ibadah lebih cenderung menentang ‘Ulama` Pewaris Nabi, ulama yang menentang ‘ulama` pewaris nabi inilah yang dinamakan ulama dunia (Ulama Suu`).



Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd



30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”



Allah ciptakan pemimpin yaitu Adam As di muka bumi; ketika itu ditentang keras oleh orang yang sudah sangat berilmu tinggi, beramal shaleh dan beribadah yang tidak sejengkal bumi yang tidak bekas sujudnya sampai hitam keningnya, yang ketika ramadhan ini takkan shalat tarawih 8 raka’at, yang 20 raka’atpun tiada satu malam ramadhan yang absen. Itulah ulama ketika itu yang akhirnya bergelar dengan Iblis (Pembangkang).



Aku ingatkan kepadamu hai manusia semuanya, karena aku hanyalah seorang pemberi peringatan kepada kamu sekaliannya, jangan ikuti olehmu langkah seperti ini, kalau kamu ikuti langkah seperti ini pasti kau lah yang menantang aku saat ini dan penantang para pewaris nabi sebelum aku.



Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd



Setelah itu didatangkan Nuh As sebagaI ‘Ulama` Pewaris Nabi ketika itu, yang mengajak kepada manusia untuk Taqwa kepada Allah serta taatilah aku, maka Nuh As sebagai ‘ulama` pewaris nabi ketika itu ditentang oleh Ulama dunia ketika itu, yang mana Ulama dunia ketika itu mengatakan taqwalah kepada Allah dan ikutilah yang dulu. Namun tetap si ulama pewaris Iblis mengatakan jangan percaya pada si Nuh karena si Nuh gila, bodoh, lagi sesat. Beginikah tingkahmu hai ulama, kerjamu hanya menyesat-nyesatkan orang?!



Allaahu Akbar … 3 x walillaahil hamd



Kemudian didatangkan Ibrahim As sebagai ‘ulama` pewaris nabi-nabi ketika itu yang mengajak manusia hanya kepada Allah dengan mengikutinya, bukan mengajak sembahyang seperti sembahyang nenek moyang mereka juga bukan puasa seperti nenek moyang mereka berpuasa. Ditentang oleh ulama ketika itu yaitu ulama Wadd, Suwa’, Yaguts, Ya’uq dan Nasr, yang kelima-limanya ini adalah ulama pengikut ajaran Nuh As. Ibrahim As mengajak manusia hanya kepada Allah dengan mengikutinya, manusia ketika itu menyombongkan diri dengan waddiyah, suwa’iyah, yaghutsiyah, ya’uqiyah dan nasriyah yaitu pengikut wadd, pengikut suwa’, pengikut yaguts, pengikut ya’uq dan pengikut nasr.Aku mengajak kamu kepada Allah atas hujjah yang nyata, kebanyakan kamu menyombongkan ustadzmu, kiaimu, shekhmu, gurumu, MUI mu. Yang kamu katakan pengikut Imam Malik (Malikiyah), Hambali (Hambaliyah), Hanafi (Hanafiyah), Syafi’i (syafi’iyah), Asy’ari (Asy’ariyah). Maka adakah kamu yang berfikir …?!



Lalu diutus Musa As selaku ‘ulama` ketika itu kepada kaumnya yang mengajak kepada tuhan yang satu dengan mengikuti rasulNya. Maka sangat sedikit yang percaya (mukmin). Yang mukmin ketika Musa As berkata: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan rasulNya”, maka orang yang beriman yang mengikuti Musa As sangat mengetahui siapa Allah dan rasulNya yang dikatakan Musa As. Dengan mengikuti Musa As itulah mengikuti rasul serta di jalan Allah.Ulama yang berdiri di samping Fir’aun, di samping raja, di samping presiden, di samping pemerintah, tetap bersenandungkan laguuUUlama nya bahwa: “tidak ada Rasul lagi setelahnya”. Ini lagu ulama dunia, ulama suu` yang pewaris dajjal dengan gigihnya sebagai senjatanya untuk menyerang ‘ulama` pewaris nabi.



Dan kalimat ini sebagai bangunan benteng yang sangat kokoh yang telah dipersiapkan Al masihud dajjal jauh sebelum kedatanganku menyampaikan kalam tuhan.sekarang ini.



Maka ketika aku kumandangkan didepan Majelis Ulama Indonesia tkt. I Sumatera Utara tahun 2004 sebelum terjadinya peristiwa yang menggemparkan dunia yaitu tsunami di Aceh, setelah mereka menyerang kediamanku yang Alhamdulillaah aku dan pengikutku dimenangkan oleh tuhanku, sepotong ayat, sepotong kalam Allah, sepotong wahyu ilahi yang dalam bahasa kaumnya: “Maka setelah ia mati kamu berkata, tidak akan dibangkitkan oleh Allah Ta’ala satu orang rasulpun setelahnya, padahal ini adalah kalimat orang yang disesatkan Allah karena mereka melampaui batas dan ragu-ragu”.

Lalu si MUI menjiddal, membantah dengan katanya, ini dulu pak Jubir. Karena memang pangkal ayat ada kalimat Yusuf. Maka aku sampaikan lagi satu ayat yang bahasa kamunya: “Dan apabila kamu bacakan kehadapannya ayat-ayat kami, ia berkata: ini cerita dulu”. Lalu mereka terdiam, namun entah apa hubungannya mereka menanyakan aku lulusan apa. Mungkin kalau aku lulusan Kairo dsb, jadi benar kalam tuhan yang kubacakan kehadapannya.

Tapi aku orang ummi yang tak pandai bahasa ‘arab, orang a’jam, maka mereka menyombongkan diri. Dan mereka biarkan selebaran dengan mengatas namakan MUI, bahwa aku sesat tersebar seluas-luasnya dikalangan masyarakat. Walau kalau mereka ditanya, mereka saling mengelak dengan mengatakan bahwa kami tidak memfatwakan sesat. Maha benar Allah dengan segala firmannya. Maka adakah kamu yang mendapat pelajaran … ?!



Allaahu akbar 3 x walillaahil hamd



Didatangkan ‘Isa Almasih anak Maryam, selaku ‘ulama` pewaris nabi ketika itu, juga ditentang hebat bahkan hendak dibunuh oleh ulama dunia ketika itu. Ulama dunia belahan Timurkah atau Barat, ulama belahan Timur Tengahkah atau Asia Tenggara, ulama Indonesiakah atau Kairo, ulama Sumatera bagian Utarakah atau Medan, ulama yahudikah namanya, jika ia menentang ‘ulama` pewaris nabi, inilah ulama suu`, ulama jahat. Yang apabila dikatakan pada mereka: “jangan buat kerusakan di muka bumi”, mereka berkata: “kami orang shalih”. Inilah Almasihud dajjal, mereka hendak menipu Allah dengan ilmunya yang tinggi, dengan amalnya yang baik-baik, dengan ibadah shalat puasa yang tak tinggal, berinfaq, bahkan berhajji berkali-kali; mereka hendak menipu orang yang benar imannya, bukan hanya beriman kepada yang dulu tapi sudah beriman kepada yang akhir yang didatang Allah kini, padahal tidaklah mereka menipu melainkan mereka sedang menipu diri mereka sendiri, namun mereka tak sadar. Adakah kamu mau menyadari wahai orang-orang yang berkemul dengan ilmu, amal dan ibadah … ?!



Lebih dari 1400 tahun yang lalu telah didatangkan pula Muhammad SAW anak ‘abdullah, bapak si Qasim, suami khadijah, keponaan Abu Thalib selaku pewaris nabi-nabi terdahulu. Jikalah seandainya ‘Abdullah mengatakan Muhammad adalah anakku, benar! tapi belum Islam; si Qasim mengatakan Muhammad adalah ayahku, benar! tapi belum Islam, Khadijah mengatakan Muhammad suamiku, benar! tapi belum Islam, Abu Thalib mengatakan Muhammad keponaanku, benar! maka api neraka masuk melalui rambut dan kukunya.



Juga ditentang oleh ulama ketika itu sampai diperangi. Ulama ketika itu tetap dengan laguuUlamanya (tidak ada lagi rasul setelahnya). Mereka enggan dan menyombongkan diri tidak mau mengatakan Muhammad utusan Allah apalagi mengi’tiqadkannya. Mereka hanya mau mengatakan dan mengi’tiqadkan bahwa Muhammad anak ‘Abdullah, Muhammad bapak si Qasim, Muhammad suami khadijah, Muhammad keponaan Abu Thalib dan berbagai macam Muhammad. Kalau sekarang mereka mengi’tiqadkan Muhammad 1400 yang lalu. Setipis kulit bawang propaganda Almasihud dajjal.



Allaahu akbar 3 x walillaahil hamd



Wahai orang-orang yang telah beriman, demikianlah disampaikan kepada kamu kisah-kisah para rasul semoga menjadi pelajaran bagimu sekalian. Ketahuilah olehmu, benarnya kamu percaya kepada Allah, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan pengatur alam semesta itu, terbukti ketika datang rasul Allah kepadamu yang menjelaskan ayat-ayatnya pada masa dan zamannya kamu mengikutinya dan berjuang bersamanya, karena dialah Muhammad yang bukan Bapak dari salah seorang lelaki diantara kamu akan tetapi dia adalah Utusan Allah dan pengesah dari semua pembawa berita besar.Maka pada khuthbah ini, aku kumandangkan kepada kamu sekalian satu Kalam Tuhan.



128. Sungguh Telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi Penyayang terhadap orang-orang mukmin.



Wahai orang-orang yang beriman bershabarlah kamu dan kuatkanlah keshabaranmu dan tetaplah bersiap siaga, dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu



beruntung. Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.




KHUTBAH ke-2


Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja.

Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin.

‘amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin.

Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa.

Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin.

Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.

Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin.

Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat.

Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.



Yaa tuhan kami, kami telah beriman dan mengikuti Rasul yang telah engkau turunkan sekarang ini dan teguhkanlah kami sebagai saksi-saksi. Akaana linnaasi ‘ajaban an auhaina ilaa rajulin minhum an andzirin naasa wabasysyirilladziina aamanu annalahum qadama shidqin ‘inda rabbihim. Qaalal kaafiruuna inna hadzaa lasaahirun mubiin.



Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa kami mewahyukan kepada seorang laki-laki diantara mereka, bahwa ia memperingatkan pada manusia dan memberi kabar gembira untuk orang-orang yang beriman bahwa bagi mereka kedudukan yang tinggi disisi tuhan mereka. Yang kafir malah mengatakan sesungguhnya dia mengada-ada.



Yaa Allah telah kami sampaikan apa yang telah engkau wahyukan kepada kami berupa Alqur`an kepada khalayak ramai; maka ampunkanlah kami atas kebodohan kami menyampaikan ayat-ayatmu sehingga manusia sekeliling kami mengolok-olok kami.



Yaa Allah telah kami sampaikan apa yang telah engkau wahyukan kepada kami berupa Alqur`an kepada khalayak ramai; maka ampunkanlah kami atas kelemahan kami menyampaikan ayat-ayatmu sehingga manusia sekeliling kami menyerang kami.



Yaa Allah telah kami sampaikan apa yang telah engkau wahyukan kepada kami berupa Alqur`an kepada khalayak ramai; maka ampunkanlah kami karena mereka menyangka bahwa engkau tidak berkehendak dengan kehendak mereka.



Tolonglah kami yaa Allah, karena setiap didatangkan kepada mereka seorang Rasul, tapi tidak sesuai dengan keinginan mereka maka mereka menyombongkan diri terhadapnya dan mendustakannya bahkan mereka berhasrat membunuhnya yang disangka mereka itu adalah perbuatan yang mulia.



Tolonglah mereka yaa Allah, karena mereka mamandang mulia perbuatan yang hina disisimu, mereka memandang baik perbuatan yang buruk.



Allah kami telah mengikuti pemimpin yang telah engkau datangkan diakhir zaman ini, sedang mereka mengikuti langkah syaithan yang nyata, dengan mengatakan tidak wajib taat kepada pemimpin.



Yaa Allah terimalah syukur kami pada hari ini yang telah engkau turunkan Alqur`an kapada kami sehingga engkau berikan kekuatan kepada kami untuk mengumandangkannya secara jelas dan terang kekhalayak ramai. Sehingga dengan Alqur`an yang engkau turunkan kepada kami menjadi senjata sekaligus tameng untuk meruntuhkan bangunan kokoh yang dibangun Almasih addajjal.



Yaa Allah lindungi kami dari godaan syaithan yang terkutuk, dari Almsih addajjal, dari ulama suu` yang sentiasa membuat kesamaran, yang mereka mengatakan seperti apa yang aku dan pembawa berita besar sebelum aku katakan “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul”. Orang yang beriman kepadaku dan kepada pembawa berita sebelumku nyata mengikutiku; sedang orang yang meragukanku dan memusuhiku disamarkan oleh ulama, dajjal, syaithan sehinga mereka memandang baik perbuatan yang buruk membunuh para pembawa berita besar sebelumku.



Yaa Allah tolonglah kami dalam berjuang pada agamamu, menangkan kami dari syaithan yang nyata, dari almasih yang pembohong, dari ulama yang menjahati ‘ulama` pewaris nabi.



Yaa Allah seandainya kami kalah dalam perjuangan ini maka tidak ada lagi orang yang mengumandangkan Kalammu yaa Allah. Yang ada hanya orang-orang yang melagukan alqur`an dengan lagu sikah, rass, dan sebagai macam lagu yang mereka menyangka itu adalah alqur`an.



Yaa Allah kami telah beriman dengan apa yang engkau turunkan sekarang ini, maka jadikan kami syuhada` yang tidak hanya menunggu iming-iming syaithan, dajjal, dan ulama bahwa Imam Mahdi nanti, entah kapan, datangnya; ‘isa turun dari langit seperi layaknya mereka menunggu engkau yaa Allah turun dalam naungan awan disertai para malaikat lalu engkau putuskan perkara, entah didunia ini, dimahsyar atau disurga nanti; pada hal kepada Allah dikembalikan segala perkara.



Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Yaa Arhamar raahimiin, irhamnaa… Rabbanaa aatinaa fiddunya hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qina ‘adzaaban naar. ‘ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar.


Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.


KHUTBAH PEMIMPIN AKHIR ZAMAN

AL MUKARRAM AL KHOLIDI MUHAMMAD ZUBIR JUM’ATUL JABIR IBNU AMIR ABDULLAH LABUHAN DELI



DI EDARKAN OLEH :


DEWAN PIMPINAN PUSAT ( DPP )

HIMPUNAN PEMUDA SINAR SYAHID ( HIMPASS )

MEDAN – SUMTRA UTAR

E – MAIL : DEPT_DAKWAH_M_EKO_HARIYANTO@YAHOO.COM

HTTP://HIMPASS.MULTIPLY.COM

HTTP://HARIYANTO27.WORDPRESS.COM

Contac Person :

MUHAMMAD EKO HARIYANTO : 0813 9690 – 6649

MARI BERSATU DALAM KALIMAT LA ILAHA ILALLAH MUHAMMADURRASULULLAH



TELAH DISAMPAIKAM JUGA KEPADA :


PRESIDEN RI

MENTERI AGAMA RI

MUI PUSAT

KTUA MPR DAN DPR RI

KEJAGUNGGUBERNUR SUMATRA UTARA

MUI SUMATRA UTARAMUI KOTA MEDAN

DEPT. AGAMA SUMATRA


UTARA VIA SURAT


AKAN DISAMPAIKAN JUGA KEPADA :


MUI SELURUH INDONESIORMAS ISLAM SELURUH INDONESIA

VIA SURAT


SURAT KABAR SELURUH INDOESIA

MAJALAH SELURUH INDONESIRADIO SELURUH INDONESIA

VIA EMAIL

menyambut matahari pagi said...

KENAPA HARUS BERPECAH.

Salam!, saudara pembaca kembali saya jelaskan bahwa salam saya disini bukan untuk berbasa-basi, tapi hanya keharusan, sebagai usaha penjagaan saya terhadap etika, karena yang saya tahu bahwa ini merupakan budaya kita sebagai orang timur, dan juga saya tahu kalau sebenarnya telah banyak manusia-manusia yang telah berhasil menunggangi ketetapan ini hanya untuk kepentingan pribadi.
Kembali kepada saya, toh nyatanya dalam pembicaraan ini, diawal saya juga memakai salam, apakah ini suatu daya upaya saya untuk menarik perhatian saudara pembaca kepada kepentingan pribadi saya? Langsung saya jawab disini, bahwa kecurigaan saudara-saudara itu benar! Saya memang punya kepentingan, saya memang punya keinginan yang lebih dari sekedar kepentingan pribadi, Ya! Pribadi saya merasa penting untuk mempertanyakan
“kenapa kita harus berpecah” pertanyaan ini sekarang saya lemparkan kepada saudara pembaca khususnya para pemuda, kaum intelektual, mahasiswa, dan tidak membatasi ini juga saya lemparkan kepada saudara-saudara yang nongkrong dijalanan, di pasaran, yang dengan alam tempat saudara beraktivitas tersebut saudara-saudara punya jiwa terbentuk, dan saya bangga dengan jiwa itu karena saya juga memiliki jiwa itu.
Saya menyadari, dan diantara saudara pembaca juga saya yakin banyak yang menyadari, bahwa didalam alam tempat kita hidup ini sangat berlaku yang namanya hukum alam, dan jika ditelusuri lebih jauh hukum alam tadi akan dapat kita temukan dan kita akui sebagai fenomena yang terus menerus sedang berlangsung, tapi sebatas kesadaran itu kenapa seolah-olah kita menjadi pasrah dengan hukum alam, dan kita hanya menerima begitu saja hukum alam tersebut, kemudian akan berkata dengan bahasa yang sedikit ilmiah “ah itukan fenomena”, lalu dengan melemparkan kalimat itu selasailah kesadaran dengan tidak membuahkan apa-apa karena tidak pernah mencoba menjiwai serta menelusuri isi fenomena yang dihantarkan oleh hukum alam itu, dengan begitu tidak bergunalah kesadaran sebatas kalimat yang diucapkan tadi.
Suatu perbedan misalnya, perbedaan memanglah suatu bukti kesempurnaan secara alami dan untuk alam itu sendiri, seperti baik dan buruk, hitam dan putih, penyakit dan obatnya, besar dan kecil sampai pada iman dan ingkar (kafir), inilah hukum alam dan dengan ini pula fenomena akan bergerak, namun dengan perbedaan ini, disamping kita menjadi loyo dan pasrah dalam memberikan sikap karena tidak adanya keberanian untuk menjiwai atau menyelami perbedaan tersebut, ternyata kebanyakan kita juga jadi terjebak kedalam benturan-benturan perselisihan atau friksi, kebanyakan kita jadi lebih terpancing untuk melakukan tindakan-tindakan yang brutal namun dikemas secara intelektual dan profesional demi untuk memenangkan satu diantara satu perbedaan. Kegiatan ini memang merupakan kegiatan lawas tapi sudah cukup jauh berkembang seperti menjadi tradisi dan telah manjadi budaya di negeri kita ini.
Saudara pembaca, cobalah kita masuk kedalam realita saat ini, kita akan temukan perpecahan-perpecahan diantara kita sendiri, bukan hanya itu, kita juga telah melihat aksi-aksi saling menghancurkan didalam tubuh kita sendiri, ya! didalam negeri kita sendiri, yang menang akan merasa bangga dan hebat semakin membusungkan dia punya dada dihadapan bangsanya sendiri seolah-olah dialah manusia terhebat diantara manusia-manusia lain yang ada dinegerinya sendiri. Saudara pembaca, kalaulah kita mau melihat hal ini dengan pandangan yang jernih, dengan memakai kacamata realistis kita akan menemukan bahwa manusia yang seperti ini adalah manusia yang sakit, ya! sedang sakitlah dia punya jiwa, sedang sakitlah dia punya fikiran, sakitlah dia punya akal dan kecerdasan, sakitlah dia punya nurani, sakitlah dia punya rohani yang sedang memimpin raganya.
Dengan apa yang sedang saya uraikan disini bukanlah berarti saya akan menyatakan, bahwa dalam hal ini diri sayalah yang lebih baik, tidak! Tapi saya berani mengakui kalau dalam hal ini saya sudah tersadar, sudah menemui dan sedang mengimplementasikan keinsafan itu, paling tidak saya sudah membuatkan tulisan ini, dan keinginan saya disini agar kiranya saudara-saudara yang berkesempatan membaca tulisan ini, terpanggillah jiwanya, terpangillah bathinnya untuk melakukan kesadaran dan keinsafan itu. Saudara pembaca, pribadi saya merasa perlu untuk menyuarakan hal ini, karena jika kita tidak mengindahkan hal ini akan teruslah kita tidak bisa keluar dari segala macam bentuk perpecahan, akan teruslah kita saling salah menyalahkan, akan teruslah kita memelihara sikap yang ingin membenarkan diri sendiri, akan tetaplah kita gontok-gontokan, akan tetaplah kita tidak pernah bisa menyelesaikan segala persoalan yang sekarang sedang menghantam negeri kita dan sadar atau tidak, kita menjadi tontonan yang asyik bagi bangsa lain, akan bersorak sorailah mereka bangsa-bangsa diluar sana, bertepuk tanganlah mereka negeri-negeri diluar sana.
Saudara pembaca, sebelum tulisan ini berakhir, dengan keoptimisan saya, saya katakan pada kepesimisan sadara-saudara, hentikanlah segala aktivitas yang akan membawa pemikiran kita kepada bentuk perpecahan, sekarang! sekarang! sekarang!

Anonymous said...

Assalamualaikm WR. WB.

Saya Muh Rofik Asngadi SS, salah satu pimpinan Syattariyyah Jogjakarta, menghimbau kepada Saudara Abdullah Ubaid, untuk mencari kesejatian ajaran Syattariyah yang sebenarnya, agar tidak memperuncing perpecahan di dalam Islam.

Syattariyah yang diajarkan oleh saudara Zubir Amir, tidak lah mewakili ajaran Syattariyah secara keseluruhan. Bahkan saya berpendapat, ajaran yang seperti saudara layangkan atas dasar ajaran saudara Zubir Amir bukan lah Syattariyyah.

Syattariyyah dalam kesejatiannya adalah salah satu thariqat yang beriman dan tunduk dengan ajaran Allah lewat NabiNya Muhammad SAW.

Tidak akan paham apa itu Syattariyyah, apabila seseorang belum menemukan hakekat Syattariyyah yang sebenarnya dalam kesejatiannya.

Wassalamualaikum Wr Wb.

 

Copyright © 2003 - 2009